Jumat, 29 Desember 2017

53 Hari Selepas Kau Kubiarkan Pergi



20/2/17
Puisi ini kubuat saat aku kesal kesalnya, melihat kau dengan kekasihmu setelah aku. Si anak Teater itu..

Berlarilah
Pergi cari baru
Rasakan hal hal baru
Bangunlah dinding tinggi lagi
Sertai kawat berduri
Agar tak lagi kita saling menari 

Tak lagi ku cari didalam kamus ku kata harapan
Terlebih kepadamu
Pergilah
jangan lagi perduli bagaimana aku
Tentang perasaan apa yang masih kumiliki padamu
Tidak,
bukan. Bukan aku tak lagi peduli atau membenci
Hanya bukankah pilihan kita dinding dengan kawat berduri ini ?
aku hanya memperbaiki segala yang kau telah kritisi
menuruti semua permintaanmu untuk berada dibalik dinding ini
sia sia saja jika kau masih mengenang kenangan manis yg sudah jadi luka,
baik untukmu, untukku, untuk kita.

Truslah berjalan jangan menoleh kebelakang
Berbahagialah
Lakukan hal yg biasa kita lakukan
lakukan bersamanya
Lakukan hal hal yang kau suka
lakukan bersamanya
Tak usah susah payah mencoba perasaanku

Namun apabila  kau merasa pergi terlalu jauh
atau terluka diperjalanan
dan membutuhkan tempat untuk kembali
tenang dan kembalilah sebentar
dibalik dinding ini akan selalu ada aku yang tak berubah.
Beristirahatlah padaku dan akan kuobati.
Tp itu juga bukan berarti kita runtuhkan dinding ini
Kita sudah memilih sebuah pagar tinggi
Tak baik lagi untuk saling terlalu jauh mencampuri

Jadi berhentilah mengukir masa lalu di dinding baru ini
Hanya pergi saja,
berhenti menoleh kebelakang.
Didepanmu sdh ada dia
Berbahagialah
pergi lebih jauh lagi.
Bukan aku tak peduli atau membenci..
Kini telah perlahan ku ukir bahagiaku kuharap kau tak lagi perlu mendongengkan masa lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar