Kamis, 29 Desember 2016

biar kutanya ini

akhirnya hujan kembali bertamu, lama rasanya tak kudengar hujan kala hari belum terlalu larut. mengetuk langit langit rumah dengan kehadirannya. mengingatkanku atas sebuah percakapan manis di telepon beberapa waktu lalu. membisikkan memori manis lewat derai angin sejuknya. membuat pikiranku kembali menjelajah sebuah rasa yang menciptakan keinginan berkata kata.

lalu, biar kutanya ini. apa kabarmu wahai pecinta hujan ? sudahkah kau pulang ? atau kau masih disana ? di kerajaanmu ? tempatmu tampak seperti pangeran, bertatapan tajam, bersuara candu, yang sekarang sedang melebarkan wilayah berkuasa di hatiku.

benar katamu hujan tidak menyebalkan, apalagi menakutkan. mulai kumengerti kenapa kau suka hujan. mungkin tentang ketukan irama atau suasana yang hadir olehnya, tentang banyaknya kisah yang hadir bersamanya.

lalu biarkan aku menanyakanmu. apa yang sedang kau lakukan ? apakah kau juga sedang merasakan hujan ? apa kali ini kau masih menyukainya ? apa hujan ini mengingatkanmu pada seseorang ? seperti hujan mengingatkanku kepadamu. orang asing yang entah lewat pintu mana berhasil ada disini. orang asing yang asanya seperti misteri.

lalu ini yang terakhir. namun daripada bertanya aku lebih memilih meminta. tetaplah mencintai hujan karna aku selalu mengingatmu disetiap tetesnya. tetaplah mengingatku sebagai aku dan bukan orang lainnya. dan tetaplah jadi dirimu sendiri karna tak bisa kubantah, kau sudah menjatuhkan ku begitu dalamnya.


terinspirasi dari cerita seorang teman 
yang begitu menggilai gula gula dunianya,
seorang pecinta hujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar