Luka ku terbuka,
aku menggali lagi,
mencari kabut darimana ini.
Aku berkelana,
Membawa sebilah kayu untuk membuat tepi,
tapi juga tak tau, dimana mesti batas dibatasi.
Kabut abu abu,
saat bahkan emosi dan nafsu tak bisa menentukan sampai mana batas bersatu.
Kepala bagai bom waktu, menunggu waktu beradu.
Mencari celah dan cara harus sampai mana dongeng dipadu.
Rasa tak kunjung berakhir malah semakin menyatu, tak lagi tentu arah dan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar