mudah saja mereka mengatakan " dewasalah ! " ikhlas lah !" atau " banyak yang lebih menderita dari pada dirimu " . tapi apa dengan mengatakan mereka ikut merasakan ? apa dengan mengatakan mereka ikut menangis ? apa dengan mereka mengatakan mereka ikut memikirkan? belum tentu. terkadang mereka hanya ingin tau lalu pergi. tak jarang aku dengar kalimat itu.
tak perlu kalian katakan, kami sebagai pemilik masalah sudah tau. atau mungkin kami sudah dengar itu ribuan kali. kami sudah coba dewasa, kamu sudah sering ikhlas, kami sudah selalu percaya. tapi tolong, kami manusia. kalian pun bisa lelah sebagai yang belum mencoba masalah. apalagi kami yang bisa saja setiap hari bekerja ekstra karna masalah apalagi dengan anak anak yang tatkala adalah korban.
kami juga diciptakan dengan akal, dimana kami tau bahwa setiap hari bersedih tidak membuat dompet tebal, tidak menarik senyum di ujur bibir, tidak juga membuat tidur menjadi nyenyak. percayalah kalian, kami mencoba namun saat masalah itu lewat didepan mata seperti orang gila lalu lalang bohong jika kami tidak lelah, tidak takut.
kami dilahirkan sebagai titipan tuhan, namun harus menjadi korban perceraian, korban kekerasan, menjadi bahan bingkisan yang diberi kesana kemari, mencari pekerjaan sekecil apapun hanya untuk bisa makan atau tersenyum, menjadi yang buruk untuk mendapat perhatian.
tentu kalian tak perlu terlalu tau tentang kami, kita punya hidup masing masing kan, namun tolonglah jangan pandang kami lemah trus menerus. tolong pandang kami kuat karna bisa menghadapi, karna masih bisa menarik ujung bibir ini saat mata seperti kantung, karna masih bisa berdiri saat rasanya tak ada daging. kuatkan kami jangan lemahkan kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar