3/4/17
masihkah kau dia yang kucinta ?
atau kau kembali menjadi laki laki asing waktu itu ?
Jika ia, biarkan aku memilih,
dan aku memilih mencintaimu dalam diam.
Aku memilih mencintaimu dalam puisi.
Mencintai dia bukan kamu,
dan jika kau memilih bersama wanita itu,
berhentilah mengurus perasaanku,
karna itu berarti kau memilih pergi,
dan perasaanku bukan hak mu lagi.
Halai Balai Si Bisu
Banyolan si Pemalas
Senin, 01 Januari 2018
23 Selepas Kau Kubiarkan Kembali
1/4/17
23 Selepas Kau Kubiarkan Kembali ternyata benar kau akan pergi lagi. Tulisan ini kutulis dipinggir jalan setelah sepanjang jalan memikirkanmu. inilah pergi kedua mu.
Apa mungkin begini rasanya menjadi ibu ?
yang paling sayang juga mengeri,
Baik biar kukatakan ini,
"Baiklah nak, pergilah lagi,
bermainlah sebahagiamu,
tapi kali ini tak akan kuminta kau ingat untuk pulang.
karna itu egois,
karna aku tidak lagi ingin menjadi dalang atas pulang dan pergimu,
aku cukup ingin kau tau,
aku cukup ingin kau ingat dan sadar,
selama kau bermain dan bersenang senang,
akan selalu ada aku yang menyayangimu,
jadi kau tak perlu khawatir sendirian,
akan selalu ada aku dirumah untuk tempatmu pulang meskipun kau tidak berniat pulang,
akan selalu ada aku yang mendoakanmu, selalu mencoba mengerti, pun membantumu.
sekali lagi tak akan kuminta kau pulang,
biar hanya Tuhan dan kamu yang tau,
kemana lagi harus melangkahkan kaki,
aku hanya cukup mengerti, dimana aku dan hatiku menempatkan diri."
23 Selepas Kau Kubiarkan Kembali ternyata benar kau akan pergi lagi. Tulisan ini kutulis dipinggir jalan setelah sepanjang jalan memikirkanmu. inilah pergi kedua mu.
Apa mungkin begini rasanya menjadi ibu ?
yang paling sayang juga mengeri,
Baik biar kukatakan ini,
"Baiklah nak, pergilah lagi,
bermainlah sebahagiamu,
tapi kali ini tak akan kuminta kau ingat untuk pulang.
karna itu egois,
karna aku tidak lagi ingin menjadi dalang atas pulang dan pergimu,
aku cukup ingin kau tau,
aku cukup ingin kau ingat dan sadar,
selama kau bermain dan bersenang senang,
akan selalu ada aku yang menyayangimu,
jadi kau tak perlu khawatir sendirian,
akan selalu ada aku dirumah untuk tempatmu pulang meskipun kau tidak berniat pulang,
akan selalu ada aku yang mendoakanmu, selalu mencoba mengerti, pun membantumu.
sekali lagi tak akan kuminta kau pulang,
biar hanya Tuhan dan kamu yang tau,
kemana lagi harus melangkahkan kaki,
aku hanya cukup mengerti, dimana aku dan hatiku menempatkan diri."
Rasa Takut
19/3/17
Rasa takut bagiku terlalu rumit. Sehingga membuat kita hanya ingin percaya apa yang ingin kita percaya. Membuat kita tidak pernah meninggalkan sisi jalan. Membuat kita selalu berada di dalam zona nyaman.
Rasa takut sama sama mematahkan keberanian kita. Membuatku berusaha selalu percaya akan perasaanmu meskipun aku tau bahwa perasaan itu tidak lebih besar dari kepercayaanku contohnya. Atau mungkin, membuatmu selalu percaya bahwa tidak ada yang berubah dariku. Bahwa aku masih perempuan yang menyakitimu, karna kamu terlalu takut mencinta, lalu kupatahkan lagi.
Sabtu, 30 Desember 2017
Izinkan aku egois
Aku pernah meminta izin pada Tuhan, saat aku terpuruk dan terjatuh dulu. "Tuhan, Izinkan aku egois sekali lagi". Tapi ternyata Tuhan tak mengizinkanku. Tak ada kesempatan kala itu.
Lalu hari ini. 81 hari selepas kau kubiarkan pergi, kau kembali. Menawarkan tawaran yang sebenarnya belum pasti. Membangkitkan keinginan yang dulu tak dikabulkan oleh sang maha pemberi.
Dan ya, rasa ini benar benar telah kembali. Dan maaf harus kuulangi, izinkan aku egois sekali lagi. Meski entah bisa disebut egois atau tidak, karna aku mencintaimu tanpa peduli.
Tentang semua nasihat yang kau beri, rasa takut menyakiti lagi, omongan orang lain, hingga bahkan perasaanmu sendiri. Rasa ini besar, hingga menjadikan segalanya sederhana. Sesederhana ungkapan cinta, dua kalimat penuh makna atau mungkin ternyata lima. Aku mencintaimu dengan begitu benarnya.
Sederhana
19/3/17
Karna ternyata, rasa itu kembali dengan begitu besar sehingga menjadikan kisah ini sederhana, tak muluk muluk atau meminta lebih.
Sesederhana aku yang begitu mengerti kesalahanku, hingga tak sedikitpun niat menghakimimu. Sesederhana aku yang begitu merasa cukup hanya dengan kembalinya kamu, meski tak ada kepastian akankah kita kembali berlabuh.
Sesederhana senyum atau tatap matamu dari seberang sana, hingga mungkin saat kita berpapasan. Sederhana, seperti saat aku merasa cukup hanya dengan obrolan pendek kita atau cukup aku tau kau berada dimana.
Sederhana pula, sesederhana aku yang selalau mencoba baik baik. Dengan wanita manapun kau bertegur sapa atau bergombal ria, asalkan aku dapat selalu menggenggam tanganmu, ataupun memelukmu. Sederhana, sesederhana aku tau jelas bagaimana perasaanku. Tak peduli apa dan dimana, siapa dan berkata apa, perasaanku satu, aku menyayangimu.
Karna ternyata, rasa itu kembali dengan begitu besar sehingga menjadikan kisah ini sederhana, tak muluk muluk atau meminta lebih.
Sesederhana aku yang begitu mengerti kesalahanku, hingga tak sedikitpun niat menghakimimu. Sesederhana aku yang begitu merasa cukup hanya dengan kembalinya kamu, meski tak ada kepastian akankah kita kembali berlabuh.
Sesederhana senyum atau tatap matamu dari seberang sana, hingga mungkin saat kita berpapasan. Sederhana, seperti saat aku merasa cukup hanya dengan obrolan pendek kita atau cukup aku tau kau berada dimana.
Sederhana pula, sesederhana aku yang selalau mencoba baik baik. Dengan wanita manapun kau bertegur sapa atau bergombal ria, asalkan aku dapat selalu menggenggam tanganmu, ataupun memelukmu. Sederhana, sesederhana aku tau jelas bagaimana perasaanku. Tak peduli apa dan dimana, siapa dan berkata apa, perasaanku satu, aku menyayangimu.
Selepas Kau Kubiarkan Kembali
9/3/17
Sekarang mungkin aku akan selalu menjadi rumah sebagai tempatmu kembali pulang. Tapi tidak dengan cerita cerita tentang para wanitamu. Karna itu hanya akan mengajarkanku untuk membenci dan kini aku sudah terlalu mengerti.
Kelak juga mungkin akan kusampaikan, betapa aku malam itu ingin membisikkan padamu. Bahwa, ternyata memang cuma kamu. Tapi ketakutanku kehilanganmu. Menjadikan aku menyimpan semua itu sendiri, demi kamu tetap disini. Kali ini, tolong. Biarkan aku menunggumu, beberapa saat lagi.
64 Hari Selepas Kau Kubiarkan Pergi
3/3/17
Sebulan sejak kamu bersamanya namun tiba tiba kamu akhiri, seminggu sejak aku memutuskan ikhlas.
Saat ikhlas datang,
bersamaan dengan dia kembali,
apa kali ini akan pergi lagi ?
jika ia, lalu untuk apa ?
dan kembali kepada hal ini,
masihkah ini bernama cinta ?
tanpa ada harapan yang menyertai?
Sebulan sejak kamu bersamanya namun tiba tiba kamu akhiri, seminggu sejak aku memutuskan ikhlas.
Saat ikhlas datang,
bersamaan dengan dia kembali,
apa kali ini akan pergi lagi ?
jika ia, lalu untuk apa ?
dan kembali kepada hal ini,
masihkah ini bernama cinta ?
tanpa ada harapan yang menyertai?
Langganan:
Komentar (Atom)