jika aku pernah membahas tentang perjuangan. biarkan kini aku membahas tentang pilihan.
terlalu banyak pilihan bertebaran dijalan. kamu atau kita harus memilih, apa langkah awal untuk masa depanmu ? apa prioritasmu ? apa ini ? dan apa itu ? pilihan juga harus disertai kesadaran pastinya.
mungkin tentang dia yang kau pikir selalu meragukanmu. tidak, sesungguhnya dia tidak
pernah ragu, ia tau betapa kau mencintainya meskipun kau sering melakukan hal - hal yang ia tidak suka. jadi ada dua pilihan dalam kasus ini. mengaku tau atau mengaku ragu. dan sayangnya ia memilih untuk ragu, karna perasaannya yg tak tentu dimana, dan ia butuh pengalih perhatian dari keadaannya.
atau mungkin saat kau sadar apa yang kau lakukan itu salah, tapi kau memilih untuk tidak
sadar atau lebih tepatnya terlihat tidak sadar. kesadaranmu kau simpan, dalam lemari yang berkunci.
mungkin juga tentang hubunganmu. kamu yang tau ia tak pantas untukmu, kamu yang
tau betapa kamu tersiksa bersamanya atau berjuang sendirian. tapi kamu sekali lagi memilih berlagak tidak tau. sekali lagi kamu simpan semua itu dalam lemari berkunci. seakan kamu tak sadar atau bahkan tau.
begitulah pilihan, sang pedang bermata dua. karna di dunia tidak ada yang sempurna. memilih hal hal aneh itu semata untuk bahagia padahal sebenarnya tau betapa itu semu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar