14/1/17
karna jika dipikir kembali, dari awal seperti tidak ada jalan untuk kami.
sejak kami memilih untuk bersembunyi, hingga menjadi sembunyi sembunyi.
lalu Tuhan memberi jalan, tapi disertai tawaran yang menggiurkan diawal dan pilihan dibelakangnya.
hingga insting iblis dalam hati tergiur dan lupa, betapa menyakitkannya.
kuambil, lalu kami terpisah lagi.
hingga penyesalan tumbuh dan menyakiti hati.
setiap hari tersampai di mulut, jika saja aku tak begini, mungkin bahagia sudah kami.
tapi aku terlupa,
Tuhan menulis banyak takdir menyertai setiap pilihan yang Ia beri.
jika aku tak tergiur oleh tawaranNya, bisa saja memang semua berbeda,
bisa saja ada masalah lain yang datang,
ada dosa lain yang memisahkan.
bisa saja perkiraanku tentang bahagia yang akan selalu bersama kami itu salah,
siapa yang bisa menduga rahasia Tuhan,
lalu pada suatu sore,
kuputuskan untuk kembali baik baik saja,
berhenti mengasah pedang untuk diri sendiri,
sudah cukup kami saling menyalahkan satu sama lain maupun diri sendiri,
karna bisa saja,
memang bukan sekarang takdir kita,
atau bahkan tak ada takdir kita bisa bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar