Jumat, 26 Agustus 2016

Lelaki Jahat Idaman Ku

setahun yang lalu,
kau masih laki laki jahat yang ku kenal,
tak berperasaan.
semalam kau duduk di teras rumahku,
juga masih membawa senyum yang sama.
akhirnya setelah bertahun,
kakak yang telah menjadi orang asing kembali pulang.
melihatmu, semua luka ku karnamu selama setahun ini kusembunyikan.
aku berhasil bangkit lagi dengan topeng yang sama. 
semalam,
kupikir kau masih mas ku yang dulu.
yang jahat namun selalu menyayangiku.
tapi kau berubah, dia bukan lagi dirimu.
wanita itu mengubahmu.
menjadi lebih dewasa berperasaan
Kau lelaki jahat idaman ku berubah menjadi laki laki sempurna.
tapi kau sudah miliknya.
seperti pungguk merindukan bulan, tak mungkin ku gapai.
bukan karna aku tak pantas untukmu, tapi hanya karna takdir kita memang tidak ditulis untuk bertemu

aku mati dimakan ketakutan

aku mati dimakan ketakutan, seperti apel busuk dimakan cacing.
aku hancur oleh belati asahanku sendiri.
takut kehilangan lalu aku menyakiti,
takut dilupakan lalu aku membenci,
takut dianggap salah lalu mencari pembenaran,
takut kehilangan sekali lagi,
terlalu sering sendirian, pikiran lapuk dimakan benci.

kutanamkan sendiri dalam kepalaku jika aku pembohong bukan berarti orang lain juga
jika aku berprasangka buruk bukan berarti orang juga.
namun tidak ada yang berubah aku tetap seperti ini,
hancur dalam pikiranku sendiri,
seperti parit berisi kotoran, berkubang dalam ketakutan.
pengecut, tidak punya harga diri.

aku mati dimakan pikiran ku sendiri.
tidak ada yang bisa menjembatani,
tidak ada yang dibiarkan mengerti.