Senin, 25 Mei 2015

tertanda, kakak kelasmu

Ternyata pergi dengan hati terpaksa-- tak pernah sesederhana yang aku kira.  Jika terluka pada akhirnya aku tak akan mau memulai semua Tak akan aku gubris pesanmu, tidak akan kuangkat teleponmu, aku abaikan ceritamu. Sinarmu terlalu terang bagi gadis lemah sepertiku . (dwitasaridwita)

Di rumahku yang sepi, sambil menatap layar handphoneku aku hanya bisa diam termenung. Mungkin, aku perempuan paling tolol yang pernah ada, perempuan yang menyayangiimu tanpa banyak meminta. Ketika aku sadar kau menyayanginya aku hanya tersenyum menahan rasa yang kau tau pasti itu apa. harapan besar kau berikan padaku, tentang bagaimana kamu menjadi sumber kenyamanan untukku. aku ingat bagaimana rasa itu ada, hadir di yang ku pikir di antara kita, walaupun ternyata semu belaka. aku ingat bagaimana tatapan dari mata hitammu yang tampak seperti mutiara dibalik kacamata mu yang pernah patah, aku ingat bagaimana senyummu dibibirmu yang terbelah. aku selalu ingat bagaimana kata kata yang selalu kau sampaikan dengan menatap mata ku membuatku tak berdaya. aku teringat kala itu aku jatuh berkali kali, di pelukan sahabatku, di lantai rumahku sampai di sajadah sebab tangisku karnamu. aku menangis tak terima kamu lebih mencintainya, aku menangis tak terima kamu yang membuatku sangat menyayangimu, aku menangis tak terima aku menyayangi dirimu jika akhirnya begini. kala itu aku merasakan semuanya. 

dan saat ini aku disini berusaha menulis apa saja yang kurasakan tentangmu karna malu aku bercerita sekali lagi dengan teman temanku. ku katakan kepada mereka bahwa kita sekarang hanya berusaha berteman karna kamu sudah menentukan pilihan, ku katakan kepada mereka bahwa aku akan berusaha menghilangkan perasaan ini perlahan. 
dan sangat ingin ku katakan bahwa sekali lagi aku berbohong. bahwa sejujurnya perasaan ini tak pernah hilang bahwa sejujurnya kaulah yang sangat kusayangi dan kuinginkan bahkan hingga detik ini. 

ttd
kakak kelasmu
yang sangat menyayangimu bahkan mungkin lebih dari dia 
tolong dibaca entah melalui apa 
tolong mengerti aku membutuhkanmu  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar