Selasa, 17 Januari 2017

baru ini rasanya tangisku seikhlas ini, setenang ini.
yaa, ini masih terlalu menyakitkan
usaha apapun masih belum bisa mengurangi betapa pedihnya akibat dari kesalahan yang kulakukan.
tuhan jika masih diijinkan aku berdoa,
izinkan aku mengatakannya sekali lagi
tak mungkin sudah kuminta dicabut cobaan ini, kejadian ini.
jadi hanya bisa kukatakan,
tolong berikan aku kekuatan untuk bangkit lagi.
setidaknya beri aku kekuatan untuk berpura.
tuhan ada begitu banyak kata yang ingin kutuliskan,
untuk mengurangi bebanku,
tapi jangankan untuk menulis,
berpikir pun aku tak mampu,
bahkan untuk mengangkat kepala,
menatap bayangan diriku disebuah layar pun terasa salah.
tuhan salahkah aku menyalahkan diriku segininya
sepele kah semua masalah ini,
masih bolehkah aku mengeluh setelah segala yang telah kulakukan
tuhan aku ingin percaya bahwa aku mampu
menghadapi ini semua,
mengambil pelajaran dari kesalahan yang kulakukan
lalu berhenti dan memaafkan diriku sendiri
menikmati setiap sisa luka seperti kata mereka
hingga waktu sembuh ditentukan
hingga doaku kau kabulkan

Rabu, 11 Januari 2017

bulan aku ingin menulis,

bulan aku ingin menulis kisah ini
kisahku dalam 120 hari ini,
tapi aku masih tak mampu.
belasan hari tak mampu menghapus lukaku.
tersenyum pun tak gampang kini.
aku kehilangan diri.

bulan taukah kau rasanya
saat kesadaranmu terpecah
tentang kenyataan yang kau harapkan menjadi hanya mimpi, si bunga tidur
atau mimpi yang kau harap jadi kenyataan
imajinasi seperti ada di gang buntu
terlalu banyak kisah rasa dan kata yang tak mampu ku susun menjadi pola padu
yang bisa mewakili ku mengatakan perasaanku.
seperti puzzle yang proses diselesaikan
sebenarnya apa yang sedang terjadi disini.
bulan aku ingin menulis,
sangat.
tentang semua ini,
tapi belum juga sadar diriku.
wanita itu tau bagaimana cara menyayat pergelangan tangannya
tau pula ia bagaimana rasa sakitnya,
ia tau bagaimana harus menjadikan kata kata sebagai pedang untuk dirinya sendiri.
atau pula bagaimana harus menutup telinga dari hatinya demi orang lain.
ia tak disangkal pintar dan cukup berani

namun di penghujung tahun ia menghilang.
muncul lagi menjadi gadis kecil
seperti itik kecil yang baru mengenal cinta
ia menjadi jalang tak berpendidikan
pengecut dan bodoh disaat bersamaan.

ketegasannya dilucuti oleh mahluk bernama cinta
cinta yang tak ditemukan kunci untuk membuka jeratnya
hingga untuk memilih menyerah pun tak bisa,
hingga pada akhirnya menghilangkan jati dirinya.