padahal dia diajari menjadi sebilah pedang.
diwariskan luka,
diajarkan sakit,
dikelilingi kebohongan dan ingkar janji.
keluarga besarnya adalah fitnah
dia dicontohkan mendendam,
ditanamkan padanya kebencian
bahagianya di rebut orang adalah lagu yang setiap hari ia dengarkan
punya seperti tak punya,
disebut mata mata,
dipukul seperti pendusta
padahal dia tau apa?
lalu dia tumbuh menjadi bunga mawar
indah namun berduri
banyak hewan hinggap di dekatnya
tapi hanya untuk menggunakannya
banyak manusia berada didekatnya
tapi menjauh karna durinya
sang bunga mawar belum sadar akan dirinya
dia masih selalu bangga
gadis yang menjadi remaja
saat badai menimpanya
membisikkan dengan hangat tentang siapa dirinya
bunga mawar yang mekar pun melayu
sadar untuk apa mengangkat dagu
kini gadis itu dewasa
paham akan dirinya
mencoba mekar dengan lingkungan barunya
tapi kali ini bukan lagi badai
melainkan batu besar menghantam kepalanya
menghancurkan segenap kepercayaan dirinya
menghancurkan dirinya
memberinya luka, pribadi barunya
membangunkannya dari angan
tentang dirinya kembali seperti semula
menghidupkannya
menjadi tulang pada kakinya
dan air mata di sela lamunannya
gadis itu mekar lagi
namun bukan dengan warna merah menariknya
melainkan setangkai mawar hitam buatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar