Kamis, 25 Februari 2016

balada seorang gadis

gadis itu merasa menjadi seperti sebatang lidi,
padahal dia diajari menjadi sebilah pedang.
diwariskan luka,
diajarkan sakit,
dikelilingi kebohongan dan ingkar janji.
keluarga besarnya adalah fitnah
dia dicontohkan mendendam,
ditanamkan padanya kebencian
bahagianya di rebut orang adalah lagu yang setiap hari ia dengarkan
punya seperti tak punya,
disebut mata mata,
dipukul seperti pendusta
padahal dia tau apa?
lalu dia tumbuh menjadi bunga mawar
indah namun berduri 
banyak hewan hinggap di dekatnya
tapi hanya untuk menggunakannya
banyak manusia berada didekatnya
tapi menjauh karna durinya 
sang bunga mawar belum sadar akan dirinya
dia masih selalu bangga

gadis yang menjadi remaja
saat badai menimpanya 
membisikkan dengan hangat tentang siapa dirinya 
bunga mawar yang mekar pun melayu 
sadar untuk apa mengangkat dagu 
kini gadis itu dewasa
 paham akan dirinya 
mencoba mekar dengan lingkungan barunya
tapi kali ini bukan lagi badai 
melainkan batu besar menghantam kepalanya 
menghancurkan segenap kepercayaan dirinya 
menghancurkan dirinya 
memberinya luka, pribadi barunya
membangunkannya dari angan 
tentang dirinya kembali seperti semula 
menghidupkannya
menjadi tulang pada kakinya
dan air mata di sela lamunannya
gadis itu mekar lagi 
namun bukan dengan warna merah menariknya 
melainkan setangkai mawar hitam buatan
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar