lelah
seperti biasa
untungnya rumah damai seperti biasa
aku hanya sedang menginginkan hak ku atau lebih ke benda yang ku impikan
seperti biasa aku butuh uang hal yang siapa saja butuhkan
seperti biasa aku butuh sahabat sahabatku saat kami makan sembarang makanan dan membicarakan apapun, menertawakan apapun, bergerak semau kami, bebas, aku butuh saat itu.
seperti biasa aku butuh tempat latihanku, yang selalu ramai, berisi keluarga ke tiga ku, mendengarkan gilaku, mengajakku bicara, memperhatikanku, yang tak akan kulepas
seperti biasa aku butuh semangat, untuk tugas tugas ku untuk cara berpikirku
seperti biasa aku butuh ketenangan
seperti biasa kebanyakan remaja aku butuh rasa cinta untuk seseorang yang menungguku, rasa cinta yang sekarang entah dimana dan untuk siapa
seperti biasa aku butuh hatiku yang ceria yang bergantung pada satu orang penting yang sekarang sedang hampa
seperti biasa
aku butuh semangat, butuh hidupku, hidupku yang selalu bisa ku banggakan
Senin, 09 Februari 2015
kenapa semuanya menjadi begitu melelahkan ?
kenapa segalanya jadi begitu melelahkan ?
saat semestinya sudah biasa dirasakan
kenapa semuanya jadi begitu melelahkan
saat yang dibutuhkan tak kunjung datang sementara orang lainn terlebih dahulu mendapatkan, bukannya sudah menjadi kebiasaan ?
kenapa semuanya menjadi begitu melelahkan ?
saat hati tak kunjung bertemu jawaban, tentang apa yang dirasakan, walaupun sebenarnya sudah itu kebiasaan.
kenapa semuanya jadi begitu melelahkan?
saat tugas untuk kematian dibiarkan dan tugas dunia diabakan. padahal sudah biasa dilupakan
kenapa semuanya menjadi begitu melelahkan ?
saat menginginkan masa lalu kembali, walaupun sudah menjadi kebiasaan manusia
kenapa semuanya menjadi begitu melelahkan ? saat begitu terasa rasa sakitnya walaupun beberapa kali dirasakan.
saat semestinya sudah biasa dirasakan
kenapa semuanya jadi begitu melelahkan
saat yang dibutuhkan tak kunjung datang sementara orang lainn terlebih dahulu mendapatkan, bukannya sudah menjadi kebiasaan ?
kenapa semuanya menjadi begitu melelahkan ?
saat hati tak kunjung bertemu jawaban, tentang apa yang dirasakan, walaupun sebenarnya sudah itu kebiasaan.
kenapa semuanya jadi begitu melelahkan?
saat tugas untuk kematian dibiarkan dan tugas dunia diabakan. padahal sudah biasa dilupakan
kenapa semuanya menjadi begitu melelahkan ?
saat menginginkan masa lalu kembali, walaupun sudah menjadi kebiasaan manusia
kenapa semuanya menjadi begitu melelahkan ? saat begitu terasa rasa sakitnya walaupun beberapa kali dirasakan.
bukan mereka
oh tuhan semesta alam
mengapa sekali lagi ku ungkit ini
mengapa sekali lagi ku bahas ini
mengapa aku bukan mereka ?
mengapa sekali lagi aku tak perduli
kekanak kanakan ? memang jadi kenapa ?
mengapa aku bukan mereka
yang bisa membeli segalanya tanpa pikir panjang
mengapa aku bukan mereka
yang bisa pergi kemana tanpa takut akan izinnya
mengapa aku bukan mereka
yang bisa melakukan segalanya
yang bisa mengatakan segalanya
tanpa takut melukai hati insan lainnya
oh tuhan semesta alam
mengapa sekali lagi ku tuntut ini
saat semestinya aku mensyukuri.
maafkan kesalahan hamba mu yang tak tau diri ini
mengapa sekali lagi ku ungkit ini
mengapa sekali lagi ku bahas ini
mengapa aku bukan mereka ?
mengapa sekali lagi aku tak perduli
kekanak kanakan ? memang jadi kenapa ?
mengapa aku bukan mereka
yang bisa membeli segalanya tanpa pikir panjang
mengapa aku bukan mereka
yang bisa pergi kemana tanpa takut akan izinnya
mengapa aku bukan mereka
yang bisa melakukan segalanya
yang bisa mengatakan segalanya
tanpa takut melukai hati insan lainnya
oh tuhan semesta alam
mengapa sekali lagi ku tuntut ini
saat semestinya aku mensyukuri.
maafkan kesalahan hamba mu yang tak tau diri ini
Sabtu, 07 Februari 2015
kau yang baru
kau datang
kau tawarkan aku sebuah harapan
atau lebih tepatnya sebuah permainan.
aku sambut dengan tangan terbuka,tawaran mu.
aku tau siapa dirimu,
berapa ratus penawaran yang telah kau beri kepada wanita, aku tau
aku tau resiko apa yang akan ku alami jika harapan yang kau beri kuterima dan ternyata kau masih seperti dulu aku tau
aku terima semuanya, karna kembali keawal aku pikir semua hanya permainan dimana rasa sakit penghianatan dan menjadi korban akan kurasakan.
aku terima semuanya karna kembali keawal aku pikir semua hanya tantangan
dan seperti semua orang tau, aku terlalu terbiasa dengan tantangan
namun sekarang,
yang kau tawarkan ku pikir sebuah permainan itu ternyata bukan sembarang permainan.
melainkan keseriusan.
aku salah
yang kupikir aku tau siapa dirimu
yang kupikir aku akan menjadi salah satu korbanmu aku salah.
aku belum bisa menerima semuanya,
kasih sayang, kepercayaan. aku salah
dan seperti semua orang tau, aku baru saja masuk ke ruang dosa karna sebuah keseriusan, dan tak akan mungkin aku sudah siap melakukannya kembali.
kenapa saat bersamaku ?
kenapa saat bersamaku kamu memilih berubah ?
memilih untuk menjagaku, hanya untukku.
kenapa saat bersamaku kamu sabar ?
ku permainkan, ku suruh menunggu sementara belasan wanita kamu buat sakit hatinya karna menunggu.
kenapa saat bersamaku kau katakan serius
kenapa harus aku
aku hanya salah satu wanita cerewet
salah satu wanita yang tak begitu cantik dari yang selama ini kau cari
tak begitu pintar juga mencolok
bahkan aku hanya menyusahkanmu
jadi kenapa harus aku
tak ada yang bisa ku janjikan kepadamu,
ini bukan tentang percaya,
ini bukan tentang wanita lain
ini bukan tentang masa lalumu
karna sesungguhnya aku lebih tenang menghadapi mu yang masa lalu karna aku tidak akan berbuat jahat kepadamu
tak ada yang bisa ku janjikan kepadamu .
karna bahkan dengan percaya kepadamu perasaanku masih seperti ini, terbelenggu ketakutan masa lalu, menyakiti orang baru lagi, dirimu.
kau tawarkan aku sebuah harapan
atau lebih tepatnya sebuah permainan.
aku sambut dengan tangan terbuka,tawaran mu.
aku tau siapa dirimu,
berapa ratus penawaran yang telah kau beri kepada wanita, aku tau
aku tau resiko apa yang akan ku alami jika harapan yang kau beri kuterima dan ternyata kau masih seperti dulu aku tau
aku terima semuanya, karna kembali keawal aku pikir semua hanya permainan dimana rasa sakit penghianatan dan menjadi korban akan kurasakan.
aku terima semuanya karna kembali keawal aku pikir semua hanya tantangan
dan seperti semua orang tau, aku terlalu terbiasa dengan tantangan
namun sekarang,
yang kau tawarkan ku pikir sebuah permainan itu ternyata bukan sembarang permainan.
melainkan keseriusan.
aku salah
yang kupikir aku tau siapa dirimu
yang kupikir aku akan menjadi salah satu korbanmu aku salah.
aku belum bisa menerima semuanya,
kasih sayang, kepercayaan. aku salah
dan seperti semua orang tau, aku baru saja masuk ke ruang dosa karna sebuah keseriusan, dan tak akan mungkin aku sudah siap melakukannya kembali.
kenapa saat bersamaku ?
kenapa saat bersamaku kamu memilih berubah ?
memilih untuk menjagaku, hanya untukku.
kenapa saat bersamaku kamu sabar ?
ku permainkan, ku suruh menunggu sementara belasan wanita kamu buat sakit hatinya karna menunggu.
kenapa saat bersamaku kau katakan serius
kenapa harus aku
aku hanya salah satu wanita cerewet
salah satu wanita yang tak begitu cantik dari yang selama ini kau cari
tak begitu pintar juga mencolok
bahkan aku hanya menyusahkanmu
jadi kenapa harus aku
tak ada yang bisa ku janjikan kepadamu,
ini bukan tentang percaya,
ini bukan tentang wanita lain
ini bukan tentang masa lalumu
karna sesungguhnya aku lebih tenang menghadapi mu yang masa lalu karna aku tidak akan berbuat jahat kepadamu
tak ada yang bisa ku janjikan kepadamu .
karna bahkan dengan percaya kepadamu perasaanku masih seperti ini, terbelenggu ketakutan masa lalu, menyakiti orang baru lagi, dirimu.
Langganan:
Komentar (Atom)