ini tentang gadis yg luka hatinya, luka yang pernah tertutup namun terbuka.
tentang dia yang sudah terlalu besar untuk menyadari hak haknya, dan masih terlalu muda untuk diperhatikan hak haknya,
tentang dia yang dituntut untuk mengerti sesuatu yang semestinya belum harus dia mengerti,
tentang dia yang mestinya tidak boleh menghadapi apa yang sudah dia hadapi.
tentang seorang gadis yang di sepelekan hak haknya karna tuntutan dewasa dan tanggung jawab, tentulah itu semua bukan hal yang salah, namun seorang gadis yang sudah urut jalan pikirnya pun tetaplah seorang manusia, yang mudah tergoda imannya, yang mudah terganggu emosinya, yang bisa kapan saja marah atas jalan hidupnya.
ruang atas hak yang dia terima menyempit, dengan alasan dia harus belajar tanggung jawab
ruang atas kesenangannya menyempit, dengan alasan dia harus belajar menjaga dirinya.
namun jika seseorang belum terluka, dia tidak akan tau luka itu apa, tidak akan tau bagaimana cara menghindari luka, bahkan jika terbiasa tak mengenal luka gadis itu akan beresiko merasakan sakit dari pada yang seharusnya dia terima.
bagaimana kalian menafsirkan itu ?
tentang anak manusia yang menghancurkan hidupnya hanya karna ruang geraknya terbatas, hanya karna mereka dituntut untuk melakukan yang mereka mungkin belum sanggup untuk lakukan ? apa hanya salah mereka ?
gadis ini, terlalu tertutup hidupnya karna hal hal seperti itu, orang orang dirumahnya menjaganya agar tak menjadi seperti mereka, dan bahkan mereka tak sadar, bahwa gadis itu sudah terlebih dulu hancur sebelumnya.