" besok puncak siapa aja nat ? " tanyaku pada natalie yang mulai terlelap
" kita bedua, vino " jawab natalie sambil menguap
" yang lain mana ? " lanjutku lagi
" sudah disana semua, tinggal kita aja "
" berarti mereka duluan dong ntar ? " namun tak ku dengar jawaban, ku tengok sahabatku dan disanalah dia mulai masuk kedalam mimpinya, " baiklah, aku menyusul " ucapku dalam hati
*
jam menunjukan pukul 9 malam, namun kami masih terjebak macet di jalan, entah apa nama jalan ini. aku mulai merengut karna ini semua karna natalie, andai dia setuju untuk berangkat dari kemarin lusa pasti sekarang kami sudah tenang menunggu pukul 12 dan kembang api.
" sie jangan bete dong sie " ucap natalie saat melihat wajahku.
" ya lo enak ada cowo lo, nah gue " jawabku ketus
" makanya cari cowo dong " saut vino sambil tertawa, membuatku mendengus.
kulihat kemacetan sama sekali tak bergerak sementara waktu sudah menunjukkan pukul 22.30. sudah bisa kupastikan kami akan merayakan tahun baru dijalan.
" vin lo bawa kembang api berapa ? " tanyaku pada vino yang asik memainkan gadgetnya.
" banyak sie kenapa ? " jawab vino sembari menoleh kepadaku, diikuti dengan natalie.
" enggak papa, paling ntar kita tahun baruan disini " mereka berdua tertawa mendengar jawabanku.
"nikmatin aja deh crisie sayangg " jawaban natalie membuatku tersenyum pasrah, lalu kuputuskan keluar mobil.
berdiri diantara kemacetan, tidak bisa dipungkiri bahwa kami akan benar benar merayakan tahun baru disini. beberapa orang mulai keluar dan duduk di mobil mereka menikmati beberapa kembang api yang sudah dinyalakan, bahkan diantaranya sudah menyalakan miliknya sendiri.
jadi aku bertekad untuk melakukannya juga, ku tarik natalie dan vino keluar dan menyalakan kembang api yang kami terbawa keramaian orang orang yang berpendapat sama denganku dan melupakan sumpeknya kemacetan.
lalu saat itu datang, seorang pria keluar dari mobilnya, mengenakan kemeja biru muda, hampir serasi dengan jeans biru tuanya menghampiriku, ku taksir umurnya tidak jauh dariku.
"maaf, bisa saya gabung ?" aku terkejut mendengarnya, dia begitu tampan dan dengan mudahnya meminta orang yang tidak dikenalnya mengajaknya.
" maaf kalo saya sok kenal " ucapnya lagi, wajahnya memerah dan dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" eh enggak bro, ga papa sini gabung, sendirian ?" ucap vino mencairkan suasana.
" iya nih, ga ada temen, nama gue rifky "
" gue vino, ini pacar gue natalie, ini sahabatnya crisie panggil aja sisi " jawab vino sambil menjabat tangan rifky. aku dan natalie hanya tersenyum melihatnya.
hampir setengah jam kami habiskan mengobrol dan menonton kembang api, lalu vino dan natalie pamit ingin masuk mobil karna katanya kepanasan dan butuh AC.
jadi hanya sisa aku dan rifky diluar sini, kami memutuskan naik keatas mobil, karna kebetulan mobil vino cukup rendah untuk dinaiki.
" ternyata rumah kita deket, kampus samaan, keren banget " ucapku kagum
" iya nih jodoh kali ya " canda rifky
" sok asik kamu, jodoh ? haha "
" jadi suka nulis juga sie ? "
" iya, kok kita sama ya haha "
" kenapa jomblo sie ? "
" ngolok ni ?"
" enggak lah, gue juga lagi "
" ya gapapa, belum ketemu yang bisa bikin nyaman aja, kan kalo kata orang orang cinta tentang yang nyaman kan .. "
" haha iya juga sih ya "
" jadi nama panjangnya crisie cristayanti ya ? "
" iya rifky, berapa kali sih nanya "
" maaf hehe nyaman ya ngobrol sama kamu "
" ha ? haha, baru juga kenal . "
" baru kenal ? ga penting ah, sie, waktu liat kamu ngingatin aku ke Love at first sight, kamu percaya cinta pada pandangan pertama sie ?"
mendengar pertanyaan dan pernyataan itu wajahku memerah, kami saling menatap dan terdiam, mungkin dia menunggu jawabanku, dan rasanya susah bagiku mencerna kata katanya dan mendapatkan jawaban, dan tiba tiba kembang api sama sama mengagetkan kami, vino dan natalie keluar dari mobil dan menarik ku turun lalu memelukku, " selamat tahun baruuu " teriak mereka, lalu mereka mengucapkannya ke rifky, tidak ada semburat senyum diwajahku, hanya ada warna kemerahan dan ekspresi bingung. vino dan natalie mulai menyadari ada yang aneh denganku. dan tiba tiba rifky menarik tanganku, membuatku berada tepat didepannya membuat vino dan natalie semakin bingung.
" ditemani kembang api yang ikut bahagia, disaksikan 2 sahabat baikmu, aku orang asing yang baru melihatmu 2 jam yang lalu mengaku jatuh cinta sama kamu crisie cristayanti, boleh aku jadi hadiah tahun barumu ? " mendengar sederet kalimat itu, rasanya kembang api tidak lagi disekitarku melainkan di perutku. kutatap natalie yang terkejut dan menutup mulutnya, serta senyum vino yang menunjukkan lengsung pipitnya, mereka berdua mengangguk, tatapan mereka berharap aku setuju.
kutarik napas dalam dalam,
" dan mungkin karna aku juga sudah terjatuh, kuterima kamu sebagai hadiah pertama di tahun 2014 ini " jawabku membuat kami berempat tertawa, natalie kelihatan bahagia " akhirnya kamu ga jones lagiii " natalie menggenggam erat tanganku, kutatap wajah pacar baruku, dan diciumnya keningku " terima kasih ucapku ".
Sabtu, 04 Januari 2014
Beranda itu
tempat itu tenang
tapi tak setenang hatinya
tempat itu indah
tapi tak seindah kehidupannya
diberanda itu seorang gadis duduk
mengistirahatkan batin bersama malaikat hidupnya
tersenyum layaknya putri raja yang bahagia
tapi tak ada yang mengetahui kisah hidup yang sebenarnya
dia tertawa disana
walau malam itu ayahnya tak pulang
dia tersenyum disana
walaupun sekolahnya terancam
diberanda gadis itu duduk
berusaha menutupi lukanya
diberanda gadis itu duduk
berusaha terlihat baik baik saja
demi malaikat hidupnya
yang selalu merawatnya
agar tak dilihat luka batinnya
agar tak menambah beban sang ibunda
tapi tak setenang hatinya
tempat itu indah
tapi tak seindah kehidupannya
diberanda itu seorang gadis duduk
mengistirahatkan batin bersama malaikat hidupnya
tersenyum layaknya putri raja yang bahagia
tapi tak ada yang mengetahui kisah hidup yang sebenarnya
dia tertawa disana
walau malam itu ayahnya tak pulang
dia tersenyum disana
walaupun sekolahnya terancam
diberanda gadis itu duduk
berusaha menutupi lukanya
diberanda gadis itu duduk
berusaha terlihat baik baik saja
demi malaikat hidupnya
yang selalu merawatnya
agar tak dilihat luka batinnya
agar tak menambah beban sang ibunda
Langganan:
Komentar (Atom)