Senin, 18 November 2013

ibuku, malaikat terkuatku.

kutatap ibuku sepulang dirinya kerja, waktu menunjukan pukul 3 pagi. dan saat itu aku terbangun dari tidurku. menatap wajah lelahnya yg masih dengan riasan, " tidur lagi dek, nanti terlambat sekolah" aku hanya termenung, " capek bu tadi ? " tanya ku. " haha biasalah, tidur lagi situ " jawab ibu sambil masuk kekamarnya. 
          
            begitulah ibu berangkat kerja setelah azan isya berkumandang dan pulang saat pagi bahkan sebelum embun menetes. ibuku ibu terkuat dimataku, bekerja siang malam ditempat penuh dosa, club malam. mengantar minuman dosa dari satu meja kemeja lainya, menyaksikan gadis gadis yang rela mempertontonkan tubuhnya, ibuku bukan mereka, ibuku hanya mengabdikan dirinya sebagai pelayan pengantar makanan di tempat itu, tidak ikut meminum minuman dosa itu, tidak ikut mempertontonkan tubuhnya, mengangkat minuman berbotol botol yang beratnya hampir sama dengan mengangkat beberapa batu bata. berjalan diantara ramainya orang orang yang menari senang dibawah lampu remang dan musik disc jockey yang mengalun, berada diantara bahanya api rokok yang kadang hanya berjarak beberapa senti dari kulit lembutnya, kulit yang mengasuhku selama 15 tahun lamanya, kadang tak jarang berada diantara orang orang berbahaya, perkelahian orang orang yang sudah tak sadar karna minuman, yang bisa kapan saja melemparkan botol minuman yang tak seberat isinya kesembarang arah, berangkat dan pulang walaupun hujan, berada dijalan yang gelap yang kadang bahkan tidak ada seorang pun disebelahnya, menantang bahaya wanita yang berjalan ditengah malam, pernah juga ada orang jahat yang mengikuti ibuku. namun tuhan masih sangat baik kepadanya menjaganya disetiap detik perjuangannya. ibuku bekerja ditempat haram, berada diantara orang orang yang melupakan tuhan. bukan ini mau ibuku tapi ini yang didapatnya tapi dia cukup bersyukur masih ada tempat layak untuk dia berkerja, demi sekolah ku dan uang sanguku. cukup banyak perjuangan ibuku untuk hidupku, dan satu lagi.pengorbanannya untuk ayahku, dulu saat ayah ku belum bekerja dia harus ikhlas bekerja diantara dinginnya malam walaupun saat itu dia tau ayahku sedang tidur dengan istrinya yang lain, ibu tiriku. diantara dinginnya ac dan panasnya bahaya ditempat kerjanya dia tau suaminya sedang menagih kehangatan dengan wanita lain,anak perempuannya sedang tertidur sendirian dirumah kecilnya, bahkan anak laki lakinya sudah bisa mencari kebahagiaan sendiri dengan sering meninggalkan rumah. ibuku tidak marah, ibuku hanya diam, dia kesal tapi dia tau dia bersyukur ada sesuatu yang bisa membuat salah satu anaknya bahagia walaupun harus banyak dosa yang ditanggungnya. ibuku dikucilkan mertuanya, saudara iparnya karna beberapa fitnahan, tapi dengan tegar ibu mengingatkanku " bukan mereka yang menentukan takdir kita de, tapi kita sendiri" aku selalu tersenyum mengingat itu, berterima kasih kepada Allah karna Beliau telah memberikan malaikat yang lebih dari cukup untuk hidupku. malaikat yang berhasil membuatku mengerti hidup tidak semudah tertawa, bahkan tertawa pun kadang susah. 

    membuatku selalu bersyukur atas tawa ku, sekolah ku, teman temanku, makanan ku dan segala yang aku punya saat ini, memikirkan apa yang tidak kita punya hanya akan membuat kita kehilangan yang sebenarnya kita butuhkan. walaupun kadang aku bisa menjadi anak nakal, tapi ibuku tetap sabar mengingatkanku, jangan sampai aku salah langkah seperti kakaku, cukup kakak ku yang melakukan hal hal yg tidak seharusnya dilakukan, jangan aku. 
         kadang jauh dilubuk hati paling dalam, aku berpikir aku teringat akan kata seorang ustadz bahwa uang hasil dari membantu orang melakukan dosa adalah uang haram, dan saat seorang anak diberi makan dengan uang haram maka tubuhnya akan menjadi kurang baik, aku pernah merenungkannya bahwa kalimat itu cocok denganku. tapi lama kelamaan aku tidak terima. aku tidak percaya dengan penilaian manusia. sebaik baiknya orang itu masih ada tuhan yang maha sempurna, tentang uang atau pekerjaan haram itu, itu urusan tuhan. ibuku hanya mau membuatku bahagia, membiayaiku seperti kewajiban seorang manusia, dan kelakuan nakal ku itu karna pilihanku karna godaan godaan yang aku gagal abaikan. jadi bukan karna ibuku. ibuku malaikat terkuat kiriman Allah untukku. tidak ada alasan untuknya untuk menjadi orang berdosa. semua dosa nya itu karna orang lain. 

  ahh ibuku, betapa aku mencintainya. " de, tidur sudahh" ucap ibuku lagi lebih nyaring dari tadi. " hehe, iya iya bentar, ibu mau tidur jam berapa ?" jawabku setengah tertawa, " habis bersih bersih ibu tidur. lalu ibu kembali membersihkan riasanya. dan sesuai janjinya setelah selesai beliau berbaring di sebelahku dibawah selimut yang sama, hanya berdua dirumah kecil ini. kami tidur dengan kehangatan, karna beberapa jam lagi kami akan bangun lagi, untuk sekolah ku dan ibu akan kembali membersihkan rumah. 
itulah ibuku, malaikat terkuatku. 

putri dan sedikit kisahnya

jumat siang itu, sekelompok laki laki yang sholat jumat bareng dimasjid dekat rumah salah satu temannya. salah satunya bertemu gadis cantik yang sedang mengantarkan adiknya sholat jumat, yg ternyata gadis itu adalah tetangga sahabatnya.

jumat siang itu arya, awan, fatur, dan risky sholat jumat bersama di mesjid dekat rumah risky. dalam perjalanan mereka tertawa nyaring atas apa yg entah mereka candakan. lalu tiba tiba fatur terdiam '' ris, itu siapa ? '' tanya fatur, membuat teman temannya ikut menatap kearah tatapan fatur. '' ohh itu putri, tetangga ku, deket kok rumahnya dengan rumahku, dia lgi ngantar adeknya tu, '' . terlihatlah seorang gadis seumuran mereka duduk diatas sepeda motornya memperbaiki peci adik kecilnya, adik kecil itu lalu mencium tangan gadis itu dan berlari menuju tempat yang biasa digunakan orang orang untuk berwudhu. seperti merasakan sesuatu gadis itu menoleh menghadap kami yang sedang memperhatikannya, sejenak kami tertegun lalu dia tersenyum. kami pun membalas senyum manisnya, namun risky tidak. lalu dia melaju dengan sepeda motornya. 

'' cantik banget ris '' ucap fatur tanpa berpikir, '' iya bener, '' ucap teman temannya yg lain, namun risky hanya diam. azan berkumandang menandakan sudah waktunya mereka bergegas. mereka pun setengah berlari menuju mesjid untuk melaksanakan apa kewajiban mereka sebagai laki laki. 


saat itu mereka berempat sibuk menghambur kamar salah satunya, arya dan awan memainkan playstation dengan sengitnya, fatur hanya menatap langit langit kamar risky, sedangkan risky sedang menatap layar handphonenya '' putri tdi itu cantik riz, seumuran kita kan ?'' mendengar kata kata fatur, risky mengalihkan pandangannya '' ya, dia sahabat ku dari kecil, tapi sekarang dia berbeda '' jelas risky. '' berbeda ? maksudmu ? '' tanya fatur ingin tau. '' dulu dia gadis baik, mengaji di tpa sepertiku, dia memang anak terpelajar, sekolahnya selalu unggulan. tapi kudengar dia sering membawa pria kerumahnya '' mendengarnya fatur terdiam, arya dan awan pun menghentikan permainan. '' lalu apa kamu tau apa yg sebenarnya dia lakukan ? apa lebih dari satu ? apa semalam lebih dari satu ? '' tanya fatur yang tampak terlalu penasaran. '' ya semalam lebih dari satu, ketimbang melakukan sesuatu yg tidak boleh dilakukan mereka terlihat lebih seperti berpesta, dan org org itu bukan dari sini. '' orang tuanya ? " tanya arya akhirnya angkat suara. '' ibu nya bekerja, kakaknya diluar kota, ayahnya sesekali ada. dulu juga saat kelas 8 waktu aku, teman temanku, dan dia masih sering berkumpul dia pernah mengakui sesuatu '' ucap risky tetap tenang '' apa itu  ?" tanya ke3 teman risky bersamaan. " dia perokok " ucap risky menatap ketiga temanya. fatur termenung mendengar perkataan risky, apakah benar gadis secantik itu, gadis yang memiliki tatapan lembut itu, gadis yang bisa menarik perhatian fatur tanpat disuruh itu seorang gadis nakal. " putri itu, sekolah dimana ? " ucapan fatur mengagetkan teman temannya yg sedang terdiam. " satu sekolah dengan sekolah adikmu " jawab risky. " tadi siang kok kamu ga balas senyum dia ris ? " risky terdiam. " dia sering menegurku, tapi sejak aku dengar gosip gosip itu dari ibu ku, aku sedikit merasa aneh melihatnya, jadi aku mengabaikannya " jelas risky, " tapi dia kan temanmu tur ? " tanya fatur. " tapi dia nakal " mereka ber4 terdiam. dalam lubuk hati fatur dia menyukai gadis itu, dan tidak mau sembarangan menilai namun juga dia tidak mau salah menyukai wanita. jadi dia memutuskan untuk mencari tau. 

begitulah, sepulang nya kerumah, fatur langsung mendatangi kamar adiknya, naya. '' nayy '' panggil fatur saat adiknya sedang berkonsentrasi menatap novel, yang nampaknya sudah dibacanya berhari hari. '' apa kak ? tumben '' tanya naya bangkit dari tidurnya. '' kamu kenal putri ? kakak kelasmu?"

   " kak putri ? yg rumahnya di dekat rumah kak risky itu ? " tanya naya balik.
" iya, kenal ? "
   " loh itu kan kak putri teman naya yg kakak tanya dulu itu, "
" ha ? jadi temanmu ? " fatur mencoba mengingat.
" iya emang kenapa kak ? "
" enggak, katanya dia anak ga baik ya? " tanya ku memberanikan diri, bukan tidak mungkin naya akan marah karna temannya disebut seperti itu.
" ha? pasti kak risky yg ngomong  ?"
" kok kamu tau ? jadi sebetulnya itu gimana sih, kakak jadi penasaran "
" sejak kapan kakak ngegosip ? " tanya naya mengangkat alis. " suka sama kak putri ya  ? "
aku hanya tertawa. " jelaskan sekarang, kamu kan temannya kamu pasti tau." paksa ku.
" itu kan aib orang kak " jelas naya lagi.
" ayolah dek. aku ga bakal sebarin ke orang orang deh kan kamu tau aku ga doyan ngegosip."
" iya juga sih ya. jadi apa yg mau kakak tau "
" kata risky dia sering bawa teman cowok kerumahnya, dia perokok, dan keluarganya ga pernah keliatan. "
" ohh itu, jadi kakak pikir dia cewek nakal ?
" ya enggak sih, cuma coba kamu tanya putri itu, dia dimusuhi risky, karna gosip itu." lalu naya mengangkat alisnya.
" berarti orang orang itu yang picik " fatur terkejut mendengar perkataan naya.
" kok kamu bilang gitu ? "
" ya karna mereka ga pernah nanya, dan ga tau apa apa, tapi berani menilai . "
" jadi sebetulnya apa yang sebenarnya terjadi dek ? temanmu dinilai buruk gamau, tapi kamu ga mau ngasi tau. "
" aduh, iya iya, jadi teman laki laki di rumah kak putri itu teman temannya, dia ikut perguruan silat, dan laki laki itu rata rata pelatihnya, kak putri itu pelatih silat di perguruan itu, dan itu silat jadi wajar kalo dominan laki laki. dan kenapa malam karna kak putri sendirian kalo malam, ibunya kerja begitu juga ayahnya, kakaknya kak putri itu ada di bali. untuk gadis 16 tahun kayak kak putri dia udh dilatih hidup sendirian dari dia kelas 8 smp. tpi baru ini dia ada teman yg nemanin tiap malam. dan mereka ga ngapa ngapain, rata rata cuma sibuk internetan nonton film atau tidur, tapi ga sama kak putri, jadi ga ada istilah mesum atau apapun itu. dia cuma butuh temen, dia sering sedih dan nangis ga jelas kalo sendirian kak, dia kesepian. kalo masalah dia perokok ya emang betul, tapi dia udh nyoba berhenti sejak kelas 9 kemaren. dia cuma ngerokok sekali sekali dan itu jarang banget cuma saat dia ada masalah. kalo masalh dia nakal, iya dia nakal dulu dia berteman dengan anak nakal, tapi jauh didalam diri kak putri itu dia bisa nyaring, naya bisa liat sendiri itu, dia selalu ngingatin naya dan teman temannya untuk ga kayak dia, " jelas naya panjang lebar, fatur mendengarkan dengan seksama dan mencoba percaya,
" emang dia punya masalah apa dek ? kok kamu tau aib dia sih ?" tanya fatur lagi.
"aduh kakak kan tadi udah naya jelasin, dia itu tipe terbuka sebetulnya, dia akan cerita kalo ada yang nanya, dia ga peduli itu aib atau bukan, bagi dia dia lebih baik cerita jadi orang orang tau dan ga ngejudge dia macam macam, dia itu punya ibu tiri ayahnya nikah lagi, adik yang sering dirumahnya itu, adik tirinya. dulu keluarganya selalu tengkar, itu sebabnya dia sampe bisa ngerokok. dia pingin sesuatu yg bisa buat dia hancur, tpi itu dulu. skrg dia udh sadar. dan alhamdulilah kata dia tahun tahun ini keluarganya baik baik aja, tetap seperti keadaan dengan dua org ibu yg terpisah tapi akur akur aja. gitu. dia itu juga pernah dipukulin ayahnya sampe shyok loh kak, trauma sebulanan, untungnya dia kuat, ga kayak anak anak alay diluar sana yg langsung ngelepas keperawanann atau make narkoba, satu satunya hal bodoh yang dia lakuin ya ngerokok itu. "

" kasian ya dia. " ucap fatur, dia tertunduk malu mengakui dirinya pernah juga menyangka putri anak nakal. padahal putri hanya kesepian. padahal putri tidak pernah melakukan hal yg salah, hanya rokok yg salah.

*

" gitu ceritanya, " fatur selesai menjelaskan apa yang dijelaskan adiknya tadi malam ke tiga temannya. risky hanya terdiam menatap tanah yang hampa. dia menyesal telah menjauhi teman kecilnya, padahal mereka dulu begitu akrab, andai dia bertanya putri tidak mungkin tidak menjawabnya terlebih risky sahabat baiknya. jadi hari itu, sepulang sekolah risky menyetandarkan motornya di halaman rumah, dilihatnya putri juga baru pulang sekolah. dengan takut putri tersenyum pada risky, dan risky membalas senyum putri membuat putry terkejut. lalu risky menghampiri putri, " put ntr malam kan malam minggu, ikut ngumpul diayunan dekat pos satpam yok bareng tiar sama aziz. lama kamu ga ngumpul " risky teringat terakhir kali putri ikut mereka ngumpul putri diacuhkan dianggap seperti tidak ada, karna teman temannya telah mendengar gosip tentang putri, lalu putri pulang dengan mata berlinang. lalu putri tertunduk sama sama mengingat kejadian itu " maafin aku put waktu itu " tambah risky lagi. lalu putri mengangkat wajahnya dan tersenyum " aku mau, tapi teman teman ku juga mau kerumah, tapi nanti aku usahain deh, " ucap putri dengan wajah berseri. " iya kalo ga bisa ga papa " ucap risky seraya pergi kerumahnya.

*
dan malam itu, mendengar berita itu fatur ikut ke pos satpam bersama risky dia sangat ingin mendekati putri, berharap putri datang, risky sudah mewanti wanti fatur untuk tidak kecewa bila putri tidak datang karna putri punya urusan lain. tapi malam itu, putri datang membawa sebungkus gorengan . " loh teman teman kamu ? " tanya risky bingung. " mereka datangnya nanti waktu aku udah selesai dari sini hehe " ucap putri. fatur hanya tercengan melihat gadis itu dari dekat. " mereka itu siapa sih put ? " tanya tiar. dan seperti yang risky dugam putri mnceritakan segalanya, sama seperti yang diceritakan adiknya fatur. " maafin kami ya put tentang malam itu " ucap aziz merasa bersalah. " ahaha makanya jangan nilai orang dari omongan orang aja, nanya dulu dong, kan sakit dikacangin hehe. udah ah lupain udah lewat juga " kata putri lalu mereka semua tertawa. " eh ini siapa ? "tanya putri saat melihat fatur " ohiya kenalin ini teman gue, namanya fatur " jelas risky . lalu putri dan fatur pun berjabat tangan. sejak saat itu, putri dan fatur pedekate. putri tetap dengan kebiasaannya bersama pelatih pelatihnya, hanya bedanya setiap malam minggu diawali dengan ngumpul bersama teman teman sekampung nya lalu plg. lalu kehidupan putri membaik dan putri memutuskan untuk berhenti merokok seutuhnya.