ibaratnya seperti menunggu dan berhenti adalah 2 tim bola internasional yang sedang memperebutkan piala bundesliga.
skor mereka saat itu adalah seri, lima sama.
saat itu aku adalah sebuah peraturan yang berlaku.
aku beri kalian tambahan waktu sesuai peraturan yang ada. nah di waktu tambahan itu kita menunggu tim mana yang akan mendapat skor tambahan untuk memenangkan pertandingan itu.
dan sampai sekarang waktu tambahan itu belum berakhir.
jadi aku menunggu tim mana yang akan memasukkan satu bola untuk memenangkannya, agar aku dapat jawabannya.
Selasa, 21 Mei 2013
terpendam.
bisakah semuanya tentang aku ?
Bisakah kamu berjuang untukku ?
aku butuh sesuatu yang kamu tegaskan,
aku butuh sesuatu yang bukan terserah,
aku butuh sebetulnya bagaimana perasaanmu,
aku butuh sesuatu yang menyiapkanku, untuk siap pergi atau terus menunggu.
dan bila ku harus menunggu, beri tau aku apa yang aku tunggu.
aku terlalu lelah trus menerus mengitari bundaran yang entah kapan selesai.
beri aku tempat tujuan kemana aku harus pergi,
beri aku tempat yang memang tujuanku.
entah itu tempat untuk pergi atau tempat bersamamu.
aku selalu mengatakan akan segera berhenti menunggumu,
tapi sejujurnya aku tidak tau kapan aku berhenti.
aku hanya sedang menunggu jawaban,
jawaban yang bisa ku jadikan petunjuk jalan,
agar aku tidak terus menerus menjadi sebuah perahu tanpa nahkoda seperti ini.
Bisakah kamu berjuang untukku ?
aku butuh sesuatu yang kamu tegaskan,
aku butuh sesuatu yang bukan terserah,
aku butuh sebetulnya bagaimana perasaanmu,
aku butuh sesuatu yang menyiapkanku, untuk siap pergi atau terus menunggu.
dan bila ku harus menunggu, beri tau aku apa yang aku tunggu.
aku terlalu lelah trus menerus mengitari bundaran yang entah kapan selesai.
beri aku tempat tujuan kemana aku harus pergi,
beri aku tempat yang memang tujuanku.
entah itu tempat untuk pergi atau tempat bersamamu.
aku selalu mengatakan akan segera berhenti menunggumu,
tapi sejujurnya aku tidak tau kapan aku berhenti.
aku hanya sedang menunggu jawaban,
jawaban yang bisa ku jadikan petunjuk jalan,
agar aku tidak terus menerus menjadi sebuah perahu tanpa nahkoda seperti ini.
Senin, 20 Mei 2013
musikalisasi puisi @dwitasaridwita
Mengais Masa Lalu
Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu
Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja
Seakan-akan sosokmu nyata
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan
Yang merusak kebahagiaan
Dalam kenangan
kau seret aku perlahan
Menuju masa yang harusnya aku lupakan
Hingga aku kelelahan
Hingga aku sadar
bahwa aku sedang dipermainkan
Inikah caramu menyakitiku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?
Apa dengan melihat tangisku
itu berarti bahagia buatmu?
Apa dengan menorehkan luka di hatiku
berarti kemenangan bagimu?
Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau melepaskanku dari jeratanmu
Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan?
Kapan kau ajari aku kebebasan?
Ajari aku caranya melupakan!
Meniadakan segala kecemasan
Meniadakan segala kenangan
Nyatanya derai air mataku
Hanya disebabkan olehmu
Ajari aku caranya melupakan
Sehingga aku lupa caranya menangis
Sehingga aku lupa caranya meratap
Karena aku selalu kenal air mata
Aku hanya ingin tertawa
Sehingga hati aku
mati rasa akan luka
@dwitasaridwita
Rabu, 08 Mei 2013
moving on
nanti, suatu saat nanti aku yang bakal ucapin selamat tinggal ke kamu,
aku yang bakal bilang kamu ga cocok sama aku,
aku yang bakal bilang aku ga sayang kamu lagi.
selamat tinggal itu bukan karna aku ga bakal ketemu kamu lagi, tapi selamat tinggal itu berarti aku ga ngeharapin kamu lagi, aku ga bakal hidup dengan bayangan kamu lagi, aku bakal hidup tanpa kamu.
aku bakal punya orang yang lebih daripada kamu, aku bakal punya orang yang bisa buat aku lupa tentang masa masa seperti ini denganmu.
akan ada saatnya aku ga peduli dengan kenangan kita, kita yang ada tapi enggak ada.
nanti akan ada saatnya juga kamu melanggar janjimu, dengan ninggalin aku. karna di dunia ini ga ada yang abadi. nanti .. itu pasti :))
aku yang bakal bilang kamu ga cocok sama aku,
aku yang bakal bilang aku ga sayang kamu lagi.
selamat tinggal itu bukan karna aku ga bakal ketemu kamu lagi, tapi selamat tinggal itu berarti aku ga ngeharapin kamu lagi, aku ga bakal hidup dengan bayangan kamu lagi, aku bakal hidup tanpa kamu.
aku bakal punya orang yang lebih daripada kamu, aku bakal punya orang yang bisa buat aku lupa tentang masa masa seperti ini denganmu.
akan ada saatnya aku ga peduli dengan kenangan kita, kita yang ada tapi enggak ada.
nanti akan ada saatnya juga kamu melanggar janjimu, dengan ninggalin aku. karna di dunia ini ga ada yang abadi. nanti .. itu pasti :))
Langganan:
Komentar (Atom)